LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN
OBSERVASI PEMBULUH DARAH KAPILER
PADA KECEBONG
Di
ajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah praktikum fisiologi hewan
yang di ampu oleh Siti Nurkamilah M.Pd.
Kelompok
5
3B
Mia
Ratnasari (14541053)
Siti
Solihah (14541055)
Sofi
Yulianti (14541056)
Hasni
safitri (14542001)
Muhamad
Hasanudin (14542004)
Ajeng
Nur Aropah (14542000)
Neng
Ulpah Hasanah (14542039)

LABORATORIUM PENDIDIKAN BIOLOGI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN (STKIP) GARUT
2017
A.
Judul
Observasi
Pembuluh Darah Kapiler Pada Kecebong
B.
Tujuan
1. Untuk
mengetahui aliran darah pada kecebong
2. Untuk
membedakan dan mengetahui aliran pembuluh darah alteri dan vena pada ekor
kecebong
C.
Alat
dan Bahan
1. Alat
yang digunakan :
|
No
|
Nama
Alat
|
Gambar
|
|
1.
|
Mikroskop
|
|
|
2.
|
Object
glass
|
|
|
3.
|
Gelas
kimia
|
|
|
4.
|
Pipet
tetes
|
|
2. Bahan
yang digunakan:
|
No
|
Nama
bahan
|
Gambar
|
|
1.
|
Kapas
|
|
|
2.
|
Alcohol
75 %
|
|
|
3.
|
Kecebong
yang masuh hidup
|
|
D.
Cara
kerja
1. Satu
ekor kecebong yang masih hidup di bius terlebih dahulu dengan menggunakan
alcohol 75 %
2. Setelah
pingsan kemudian I lakukan pengamatan aliran darah pada ekor kecebong dengan
menggunakan mikroskop
E.
Landasan
Teori
Dalam
proses kehidupan organisme di perlukan makanan dan O2 untuk melaksanakan
metabolisme di seluruh tubuh dan di hasilkan sampah (sisa) yang harus di
keluarkanoleh tubuh. Peredaran materi (bahan – bahan yang diperlukan tubuh )
oksigen dan sisa –sisa meabolisme di lakukan oleh sistem transportasi (sistem
sirkulasi atau sistem peredaran darah)
Dalam
sistem sirkulasi, hasil pencernaan makanan dan oksigen di angkut dan di edarkan
ke seluruh jaringan tubuh sedangkan dari jaringan tubuh akan menuju organ-organ
pembuangan.
Antara
hewan tingkat tinggi dan hewan yang lebih sederhana terdapat perbedaan sistem
sirkulasi. Missalnya sistem transfor pada protozoa dan hewan rendah lainnya
terjadi dengan difusi. Pada hewan metazoan (bersel banyak) yang lebih tinggi
tingkatannya, misalnya manusia peredaran darahnya telah melalui pembuluh.
Sistem transportasi hewan metazoan di susun oleh organ – organ berupa jantung ,
pembuluh –embuluh darah dan darah.
Ada
dua sistem peredaran darah dengan pembuluh , yakni sistem peredaran darah
terbuka dan sistem peredaran darah tertutup. Sistem peredaran darah terbuka
(lakuner) kita jumpai pada molluska dan arthopodha, sedangkan peredaran darah
tertutup terdapat pada annelida dan vertebrata.
Jantung
katak memiliki 2 aurikel dan 1 ventrikel. Darah dari sisnis venosus masuk ke
dalam aurikel kanan. Darah meninggalkan ventrikel melalui trunkus arteriosus
yang bercabang dua di sebelah anterior jantung lalu terbagi pada tiap sisi
tubuh menjadi 3 pokok yaitu arteri karotis, arteisitemik, dan arteri
pulmo-kutaneua (berururtan dari anterior ke posterior). Tiap arteri karotis
terbagi menjadi karotis interna dan karotis eksterna yang menuju ke dalam
kepala. Arteri pulmo kutaneus membuat cabang-cabang ke paru-paru dan kulit.
Arteri sistemik (2 Buah) bersatu menjadi aorta dorsal. Aorta dorsal itu
bercabang-cabang menjadi seliako
mesenteric (lambung, hati, intestine) segmental (otot-otot) renal (mesonefros) , genital (gonad) dan
iliakal (kaki-kaki)
Darah
dari paru_paru kembali ke aurikel kiri melalui vena pulmonary. Semua darah
memasuki aurikel kanan, terus melalui sinus venosus (berupa kantong besar di
sebelah sisi dorsal ). Sinus vinosus menerima 2 vena cava anterior yang
memebawa darah dari bagian anterior tubuh dan 1 vena cava posterior yang membawa
darah dari mestonefros dan mengalirkan ke hati (tidak dalam kapiler-kapiler)
dan terus ke jantung. Darah masuk ke dalam jaringan hati baik dari arteri
hepatic (cabang seliako mesenteric)
atau pun dari vena portahepatik yang memebawa dari lambung dan usus
F. Hasil
Hasil
yang kami amati tentang pembuluh darah pada kecebong, di dapatkan hasil bahwa
aliran darah pada kecebong ada 2 yaitu arteri dan vena, dimana pembuluh vena
memiliki bentuk yang agak besar berwarna biru dan letaknya di tengah-tengah
ekor, aliran darahnya lambat, sedangkan pembuluh arteri berukuran kecil,
berwarna merah, dan letaknya dipingir dekat ekor aliran darahnya deras.
G.
Pembahasan
Sistem peredaran darah pada kecebong dipelajari
melalui aliran darah pada ekor kecebong. Setelah ekor kecebong diamati di bawah
mikroskop terlihat pembuluh darah pada ekor kecebong yang nampak transparan
beserta aliran-aliran darahnya. Sistem peredaran darah kecebong merupakan
sistem peredaran darah tunggal, yaitu darah melewati jantung sekali dalam
setiap peredaran.
Mekanisme
peredaran darah pada kecebong adalah sebagai berikut:
-
Seluruh darah yang mempunyai kadar oksigen rendah dan karbondioksida tinggi
masuk ke jantung melalui pembuluh vena
(darah tersebut disebut darah vena).
- Otot bilik akan memompa darah keluar dari
jantung lewat arteri menuju kapiler di dalam insang.
-
Daerah insang merupakan tempat terjadinya pertukaran gas, karbondioksida dibebaskan dan oksigen diikat (darah yang
kaya oksigen disebut darah arteri).
- Darah arteri kemudian mengalir menuju ke
kapiler sistemik, yaitu kapiler yang menyebar ke seluruh tubuh.
-
Darah dari sel-sel tubuh dikumpulkan, kemudian di bawa lagi ke jantung melalui
pembuluh vena.
Pembuluh
arteri dan vena mengalirkan darah lebih cepat dari pada pembuluh arterior,
venula dan kapiler karena ukuran pembuluh daraha rteri dan vena tersebut lebih
besar dari ukuran pembuluh arterior. Pada masa larva (berudu/ kecebong), sistem
peredaran transportasinya menyerupai sistem transportasi pada ikan. Setelah
mengalami metamorfosis menjadi katak, sistem transformasinya mengalami
perubahan yang sesuai dengan kehidupan di lingkungan darat. Sistem peredaran
darah kecebong merupakan sistem peredaran darah tunggal, yaitu darah melewati
jantung sekali dalam setiap peredaran. Jantung ikan terbagi menjadi dua
ruangan. Yaitu satu serambi dan satu bilik. Arteriadalahpembuluhdangantekananterbesar,
sehinggamemungkinkanuntukmenyalurkandarahsampaikekapiler-kapiler.Kapilermemilikitekanan
paling kecil, dansetelahkeluarke vena tekanannyalebihbesar di banding kapiler.
(Kartolo 1993).
Aliran
Darah pada Katak
Darah
katak terdiri dari plasma darah dan sel-sel darah. Plasma darah mengandung air,
protein, darah, dan garam-garam mineral. Sel-sel darah terdiri dari eritrosit
(sel darah merah) dan leukosit (sel darah putih). Eritrosit pada katak memiliki
inti dan mengandung hemoglobin untuk mengikat oksigen. Leukosit pada katak juga
memiliki inti. Selain memiliki sitem peredaran darah, katak juga memilki sistem
peredaran limfe. Sistem peredaran limfe berperan penting dalam pengambilan
cairan tubuh ke dalam peredaran darah (Anonim, 2009). Jantung katak mempunyai
sistem peredaran darah ganda. Jantung katak terdiri atas tiga ruang yaitu
serambi kiri, serambi kanan dan bilik. Karena jantung katak hanya mempunyai
satu bilik,darah yang banyak mengandung oksigen dan karbon dioksida masih
bercampur dalam bilik jantung (Anonim, 2008). Sistem peredaran darah katak
adalah tipe tertutup. Namun, jantung katak memiliki hanya 3 kamar. Ada 2 atrium
dan satu ventrikel. Ada di jantung katup disebut katup spiral yang mengarahkan
aliran darah. Ini berfungsi untuk mencegah terdeoksigenasi oksigen dan darah
dari pencampuran. Sistem transportasi pada katak terdiri dari darah dan alat
peredarah darah. Darah terdiri dari bagian yang cair (plasma darah) dan sel-sel
darah. Adapun komponen utama dari plasma darah adalah air yang didalamnya
terlarut protein dan garam-garam mineral. Sedangkan fungsi darah adalah untuk
mengangkut zat-zat yang terlarut didalamnya untuk disebarkan ke seluruh
jaringan dan sel-sel yang ada didalam tubuh katak. Sedangkan sel-sel darah pada
katak terdiri atas sel darah merah (eritrosit), dan sel-sel darah putih
(leukosit).
Ciri-ciri
eritrosit adalah:
Selnya
berinti.
Berbentuk
bulat panjang.
Pipih.
Mengandung
hemoglobin yang berguna dalam transportasi O2.
Sedangkan ciri-ciri leukosit adalah:
Selnya tidak berwarna (bening).
Memiliki inti sel.
Dapat bergerak bebas secara ameboid.
Didalam
kapiler paru-paru dan kulit akan membebaskan CO2 dan mengikat O2. Lengkung
aorta juga bercabangkan arteria yang menuju ke tungkai depan. Dan aorta yang
menjadi lanjutan dari lengkungan aorta kiri dan kanan yang bergabung menjadi
nadi punggung yang pada akhirnya bercabang menjadi nadi kecil yang akan
mengalirkan darah ke semua organ tubuh katak. Didalam jaringan tubuh, nadi
halus akan menyalurkan sebagai kapiler. Didalam kapiler inilah terjadi
pertukaran zat. Selanjutnya darah yang berasal dari kapiler akan kembali
kejantung melalui pembuluh balik atau vena.
Pada
katak terdapat 3 macam sistem vena yaitu:
Sistem
vena kava yang terdiri dari vena kava yang berasal dari tungkai depan dan
kepala dan vena kava yang berasal dari alat tubuh bagian belakang.
Sistem vena pulmo kutaneus yaitu vena dari
paru-paru dan juga kulit yang mengangkut darah
Sistem vena porta yaitu vena yang berasal
dari organ tubuh sebelum kembali ke jantung tetapi mampir dulu ke organ lain.
Misalnya adalah vena yang meninggalkan usus tetapi mampir dulu ke hati yang
dinamakan dengan vena hepatis, vena dari alat-alat tungkai belakang dan ekor
yang mampir ke ginjal dahulu yang disebut dengan vena porta renalis. (Akin,
2009)
H.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan ekor kecebong dibawah
mikroskop, kelompok kami dapat menyimpulkan bahwa sistem peredaran darah pada
kecebong merupakan sistem peredaraan darah tertutup dengan pembuluh arteri yang
aliran darahnya lebih cepat dan mengalirkan darah ke ekor secara konstan
sedangkan pembuluh vena yang aliran darahnya lebih lambat dan mengalirkan
darahnya ke kepala secara berubah-ubah/tidak teratur.
Daftar pustaka
Frandson, 1992. AnatomidanFisiologiTernak.GadjahMada
University Press.Yogyakarta.
Isnaeni,wiwi.2013. FisiologiHewan.
EdisikeTujuh.Yogyakarta:PT.Kanisius







