Jumat, 20 Januari 2017

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN
OBSERVASI PEMBULUH DARAH KAPILER PADA KECEBONG
Di ajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah praktikum fisiologi hewan yang di ampu oleh Siti Nurkamilah M.Pd.
Kelompok 5
3B      
Mia Ratnasari              (14541053)
Siti Solihah                  (14541055)
Sofi Yulianti               (14541056)
Hasni safitri                 (14542001)
Muhamad Hasanudin (14542004)
Ajeng Nur Aropah      (14542000)
Neng Ulpah Hasanah  (14542039)
Description: D:\Document\logo stkip.jpeg

LABORATORIUM PENDIDIKAN BIOLOGI
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) GARUT
2017

A.    Judul
Observasi Pembuluh Darah Kapiler Pada Kecebong

B.     Tujuan
1.      Untuk mengetahui aliran darah pada kecebong
2.      Untuk membedakan dan mengetahui aliran pembuluh darah alteri dan vena pada ekor kecebong
C.    Alat dan Bahan
1.      Alat yang digunakan :
No
Nama Alat
Gambar
1.       
Mikroskop

2.       
Object glass

3.       
Gelas kimia

4.       
Pipet tetes



2.      Bahan yang digunakan:
No
Nama bahan
Gambar
1.       
Kapas

2.       
Alcohol 75 %


3.       
Kecebong yang masuh hidup



D.    Cara kerja
1.      Satu ekor kecebong yang masih hidup di bius terlebih dahulu dengan menggunakan alcohol 75 %
2.      Setelah pingsan kemudian I lakukan pengamatan aliran darah pada ekor kecebong dengan menggunakan mikroskop
E.     Landasan Teori
Dalam proses kehidupan organisme di perlukan makanan dan O2 untuk melaksanakan metabolisme di seluruh tubuh dan di hasilkan sampah (sisa) yang harus di keluarkanoleh tubuh. Peredaran materi (bahan – bahan yang diperlukan tubuh ) oksigen dan sisa –sisa meabolisme di lakukan oleh sistem transportasi (sistem sirkulasi atau sistem peredaran darah)
Dalam sistem sirkulasi, hasil pencernaan makanan dan oksigen di angkut dan di edarkan ke seluruh jaringan tubuh sedangkan dari jaringan tubuh akan menuju organ-organ pembuangan.
Antara hewan tingkat tinggi dan hewan yang lebih sederhana terdapat perbedaan sistem sirkulasi. Missalnya sistem transfor pada protozoa dan hewan rendah lainnya terjadi dengan difusi. Pada hewan metazoan (bersel banyak) yang lebih tinggi tingkatannya, misalnya manusia peredaran darahnya telah melalui pembuluh. Sistem transportasi hewan metazoan di susun oleh organ – organ berupa jantung , pembuluh –embuluh darah dan darah.
Ada dua sistem peredaran darah dengan pembuluh , yakni sistem peredaran darah terbuka dan sistem peredaran darah tertutup. Sistem peredaran darah terbuka (lakuner) kita jumpai pada molluska dan arthopodha, sedangkan peredaran darah tertutup terdapat pada annelida dan vertebrata.
Jantung katak memiliki 2 aurikel dan 1 ventrikel. Darah dari sisnis venosus masuk ke dalam aurikel kanan. Darah meninggalkan ventrikel melalui trunkus arteriosus yang bercabang dua di sebelah anterior jantung lalu terbagi pada tiap sisi tubuh menjadi 3 pokok yaitu arteri karotis, arteisitemik, dan arteri pulmo-kutaneua (berururtan dari anterior ke posterior). Tiap arteri karotis terbagi menjadi karotis interna dan karotis eksterna yang menuju ke dalam kepala. Arteri pulmo kutaneus membuat cabang-cabang ke paru-paru dan kulit. Arteri sistemik (2 Buah) bersatu menjadi aorta dorsal. Aorta dorsal itu bercabang-cabang menjadi seliako mesenteric (lambung, hati, intestine) segmental (otot-otot)  renal (mesonefros) , genital (gonad) dan iliakal (kaki-kaki)
Darah dari paru_paru kembali ke aurikel kiri melalui vena pulmonary. Semua darah memasuki aurikel kanan, terus melalui sinus venosus (berupa kantong besar di sebelah sisi dorsal ). Sinus vinosus menerima 2 vena cava anterior yang memebawa darah dari bagian anterior tubuh dan 1 vena cava posterior yang membawa darah dari mestonefros dan mengalirkan ke hati (tidak dalam kapiler-kapiler) dan terus ke jantung. Darah masuk ke dalam jaringan hati baik dari arteri hepatic (cabang seliako mesenteric) atau pun dari vena portahepatik yang memebawa dari lambung dan usus
F.     Hasil
Hasil yang kami amati tentang pembuluh darah pada kecebong, di dapatkan hasil bahwa aliran darah pada kecebong ada 2 yaitu arteri dan vena, dimana pembuluh vena memiliki bentuk yang agak besar berwarna biru dan letaknya di tengah-tengah ekor, aliran darahnya lambat, sedangkan pembuluh arteri berukuran kecil, berwarna merah, dan letaknya dipingir dekat ekor aliran darahnya deras.








G.    Pembahasan
Sistem peredaran darah pada kecebong dipelajari melalui aliran darah pada ekor kecebong. Setelah ekor kecebong diamati di bawah mikroskop terlihat pembuluh darah pada ekor kecebong yang nampak transparan beserta aliran-aliran darahnya. Sistem peredaran darah kecebong merupakan sistem peredaran darah tunggal, yaitu darah melewati jantung sekali dalam setiap peredaran.


Mekanisme peredaran darah pada kecebong adalah sebagai berikut:
- Seluruh darah yang mempunyai kadar oksigen rendah dan karbondioksida tinggi masuk ke jantung melalui pembuluh  vena (darah tersebut disebut darah vena). 
-  Otot bilik akan memompa darah keluar dari jantung lewat arteri menuju kapiler di dalam insang.
- Daerah insang merupakan tempat terjadinya pertukaran gas, karbondioksida  dibebaskan dan oksigen diikat (darah yang kaya oksigen disebut darah arteri).
-  Darah arteri kemudian mengalir menuju ke kapiler sistemik, yaitu kapiler yang menyebar ke seluruh tubuh.
- Darah dari sel-sel tubuh dikumpulkan, kemudian di bawa lagi ke jantung melalui pembuluh vena.
Pembuluh arteri dan vena mengalirkan darah lebih cepat dari pada pembuluh arterior, venula dan kapiler karena ukuran pembuluh daraha rteri dan vena tersebut lebih besar dari ukuran pembuluh arterior. Pada masa larva (berudu/ kecebong), sistem peredaran transportasinya menyerupai sistem transportasi pada ikan. Setelah mengalami metamorfosis menjadi katak, sistem transformasinya mengalami perubahan yang sesuai dengan kehidupan di lingkungan darat. Sistem peredaran darah kecebong merupakan sistem peredaran darah tunggal, yaitu darah melewati jantung sekali dalam setiap peredaran. Jantung ikan terbagi menjadi dua ruangan. Yaitu satu serambi dan satu bilik. Arteriadalahpembuluhdangantekananterbesar, sehinggamemungkinkanuntukmenyalurkandarahsampaikekapiler-kapiler.Kapilermemilikitekanan paling kecil, dansetelahkeluarke vena tekanannyalebihbesar di banding kapiler. (Kartolo 1993).
    Aliran Darah pada Katak
Darah katak terdiri dari plasma darah dan sel-sel darah. Plasma darah mengandung air, protein, darah, dan garam-garam mineral. Sel-sel darah terdiri dari eritrosit (sel darah merah) dan leukosit (sel darah putih). Eritrosit pada katak memiliki inti dan mengandung hemoglobin untuk mengikat oksigen. Leukosit pada katak juga memiliki inti. Selain memiliki sitem peredaran darah, katak juga memilki sistem peredaran limfe. Sistem peredaran limfe berperan penting dalam pengambilan cairan tubuh ke dalam peredaran darah (Anonim, 2009). Jantung katak mempunyai sistem peredaran darah ganda. Jantung katak terdiri atas tiga ruang yaitu serambi kiri, serambi kanan dan bilik. Karena jantung katak hanya mempunyai satu bilik,darah yang banyak mengandung oksigen dan karbon dioksida masih bercampur dalam bilik jantung (Anonim, 2008). Sistem peredaran darah katak adalah tipe tertutup. Namun, jantung katak memiliki hanya 3 kamar. Ada 2 atrium dan satu ventrikel. Ada di jantung katup disebut katup spiral yang mengarahkan aliran darah. Ini berfungsi untuk mencegah terdeoksigenasi oksigen dan darah dari pencampuran. Sistem transportasi pada katak terdiri dari darah dan alat peredarah darah. Darah terdiri dari bagian yang cair (plasma darah) dan sel-sel darah. Adapun komponen utama dari plasma darah adalah air yang didalamnya terlarut protein dan garam-garam mineral. Sedangkan fungsi darah adalah untuk mengangkut zat-zat yang terlarut didalamnya untuk disebarkan ke seluruh jaringan dan sel-sel yang ada didalam tubuh katak. Sedangkan sel-sel darah pada katak terdiri atas sel darah merah (eritrosit), dan sel-sel darah putih (leukosit).
Ciri-ciri eritrosit adalah:
Selnya berinti.
Berbentuk bulat panjang.
Pipih.
Mengandung hemoglobin yang berguna dalam transportasi O2.
    Sedangkan ciri-ciri leukosit adalah:
 Selnya tidak berwarna (bening).
 Memiliki inti sel.
 Dapat bergerak bebas secara ameboid.
Didalam kapiler paru-paru dan kulit akan membebaskan CO2 dan mengikat O2. Lengkung aorta juga bercabangkan arteria yang menuju ke tungkai depan. Dan aorta yang menjadi lanjutan dari lengkungan aorta kiri dan kanan yang bergabung menjadi nadi punggung yang pada akhirnya bercabang menjadi nadi kecil yang akan mengalirkan darah ke semua organ tubuh katak. Didalam jaringan tubuh, nadi halus akan menyalurkan sebagai kapiler. Didalam kapiler inilah terjadi pertukaran zat. Selanjutnya darah yang berasal dari kapiler akan kembali kejantung melalui pembuluh balik atau vena.
Pada katak terdapat 3 macam sistem vena yaitu:
Sistem vena kava yang terdiri dari vena kava yang berasal dari tungkai depan dan kepala dan vena kava yang berasal dari alat tubuh bagian belakang.
 Sistem vena pulmo kutaneus yaitu vena dari paru-paru dan juga kulit yang mengangkut darah
      Sistem vena porta yaitu vena yang berasal dari organ tubuh sebelum kembali ke jantung tetapi mampir dulu ke organ lain. Misalnya adalah vena yang meninggalkan usus tetapi mampir dulu ke hati yang dinamakan dengan vena hepatis, vena dari alat-alat tungkai belakang dan ekor yang mampir ke ginjal dahulu yang disebut dengan vena porta renalis. (Akin, 2009)

H.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan ekor kecebong dibawah mikroskop, kelompok kami dapat menyimpulkan bahwa sistem peredaran darah pada kecebong merupakan sistem peredaraan darah tertutup dengan pembuluh arteri yang aliran darahnya lebih cepat dan mengalirkan darah ke ekor secara konstan sedangkan pembuluh vena yang aliran darahnya lebih lambat dan mengalirkan darahnya ke kepala secara berubah-ubah/tidak teratur.



Daftar pustaka
Frandson, 1992. AnatomidanFisiologiTernak.GadjahMada University Press.Yogyakarta.
Isnaeni,wiwi.2013. FisiologiHewan. EdisikeTujuh.Yogyakarta:PT.Kanisius


Tidak ada komentar:

Posting Komentar